APRIL 2003

EDISI LALU

TENTANG KAMI

DAFTAR ISI
DIREITO UTAMA
DIALOG
JUSTIÇA
PEMBERDAYAAN RAKYAT
TEROPONG KEBIJAKAN
HAK ASASI
INSTRUMEN HAM
GUGAT
INSTRUMEN HAM
INSTRUMEN HAM SEBAGAI NORMA HUKUM
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Untuk menjamin hak semua manusia maka perlu adanya ketentuan atau norma yang digunakan untuk menjaminnya. Konvensi-konvensi internasional merupakan instrumen untuk menjamin hak-hak itu.

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki setiap manusia, untuk bisa mengembangkan kehidupannya. Sebagai hak dasar yang ada pada makhluk ciptaan Tuhan yang berjenis manusia, maka setiap manusia harus memiliki hak itu dan tidak bisa dibatasi, dirampas, didiskriminasi atas dasar jenis kelamin, suku bangsa atau ras, status sosial (kaya-miskin, berpendidikan-tidak berpendidikan, buruh-majikan, anak-orang tua, rakyat biasa dan pejabat).

Hak asasi manusia terbagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok hak sipil dan politik, dan kedua, kelompok hak ekonomi, sosial, dan budaya. Hak sipil contohnya adalah hak untuk bebas dari penyiksaan, hak untuk bebas bergerak. Sedangkan contoh hak politik adalah hak untuk mengemukakan pendapat atau ide, hak untuk berorganisasi. Contoh hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan upah yang layak. Hak sosial contohnya adalah hak atas pelayanan kesehatan, hak atas bantuan kemanusiaan bagi orang yang mengalami musibah. Sedangkan contoh hak budaya adalah hak untuk menikmati hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hak untuk mengembangkan kebudayaan. Bila seseorang dengan kekuasaannya, merampas atau membatasi hak orang lain, maka tindakan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Negara mempunyai tanggungjawab utama dan berkewajiban untuk melindungi hak sipil dan politik, dan mengembangkan hak ekonomi, sosial, dan budaya warganegaranya. Bila negara tidak bisa memenuhi tanggungjawab ini, maka dapat dikatakan negara telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Misalnya, apabila tindakan kriminal merajalela terhadap penduduk. Tidak ada sarana pelanyanan sosial seperti pusat pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan sekolah, maka negara sedang melakukan pelanggaran hak asasi manusia.


Ratifikasi beberapa konvensi internasional
(Foto: Rogério Soares/Direito)

“Ideologi” hak asasi manusia muncul karena persoalan kemanusiaan yang terjadi pada saat Perang Dunia Kedua dan pada masa sebelumnya. Deklarasi Semesta tentang Hak Asasi Manusia dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 10 Desember 1948, sehingga setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Internasional.

Tujuan hukum internasional hak asasi manusia adalah memberikan perlindungan internasional pada hak asasi pribadi dari pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah dan dalam hal tertentu juga oleh pribadi, kelompok, organisasi lain untuk mengusahakan serta menjamin keadaan kehidupan yang sesuai dengan martabat manusia.

Instrumen hak asasi manusia adalah norma hukum internasional. Setiap negara anggota PBB terikat pada norma-norma tersebut. Instrumen hak asasi manusia terdiri dari deklarasi, kovenan, dan konvensi. Instrumen pokok hak asasi manusia adalah Deklarasi Semesta Hak Asasi Manusia, Kovenan Hak Sipil dan Politik, dan Kovenan tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Deklarasi Semesta Hak Asasi Manusia adalah hukum kebiasaan bagi anggota PBB. Sebagai hukum kebiasaan, maka anggota PBB tidak terikat pada isi deklarasi tersebut.

Kovenan dan konvensi yang kadang-kadang disebut sebagai “perjanjian internasional” mempunyai kekuatan mengikat secara hukum (legally-binding). Tetapi ikatan ini terjadi setelah negara bersangkutan ikut dalam perjanjian internasional bersangkutan, yaitu dengan menandatangani dan menjadikannya sebagai undang-undang nasional (ratifikasi). Misalnya, suatu negera terikat untuk mematuhi isi Konvensi Hak Anak setelah negara bersangkutan menandatangani konvensi ini dan menjadikannya sebagai undang-undang nasionalnya. Negara RDTL, yang tahun lalu telah menjadi anggota PBB dan telah meratifikasi beberapa kovenan, harus menjalankannya dengan mewujudkan isinya demi kemajuan rakyat Timor Leste dan rakyat dunia. ***